Prinsip #5 · Konsensus KAJ & Kearifan Lokal
Prinsip kelima di Prinsip Operasional, diajarkan di Induksi Admin V3 (Oktober 2025). Kerangka Buku Panduan Maret 2026 belum memberi kode P-00X untuk prinsip ini — tapi substansinya tetap dipakai.

Inti prinsip
Kebijakan umum ditentukan di level KAJ secara konsensus, dengan fleksibilitas tertentu yang diserahkan ke kearifan lokal paroki.
Ini prinsip tata kelola: mana yang harus seragam se-keuskupan, mana yang boleh beda per paroki.
Ranah Konsensus (KAJ)
Wajib seragam se-KAJ. Dibahas & disepakati di Temu ASAK KAJ atau forum Tim ASAK KAJ:
- Donor Tarif — nilai santunan standar per program (Ayo Sekolah, Ayo Kuliah, Ayo Vokasi). Lihat Nilai Santunan.
- Rekening BCA — standar bank & prosedur rekening PGDP Paroki. Lihat Rekening ASAK Paroki.
- MoU Mitra AK / Vokasi — kerja sama dengan PT untuk Ayo Kuliah dan Ayo Vokasi. Dibikin di level KAJ agar semua paroki KAJ dapat benefit yang sama.
- MoU Lintas Paroki — template PKS Friendship. Lihat PKS Friendship.
- Perlindungan Data Pribadi — aturan GDPR-like untuk data Anak ASAK & Penyantun.
Ranah Kearifan Lokal (Paroki)
Otonomi paroki. Tiap paroki boleh punya kebijakan berbeda:
- Sesuai Kemampuan Paroki — jumlah Anak ASAK yang disantuni, budget tahunan, prioritas alokasi.
- Kuota Jumlah Anak — berapa anak baru tiap tahun, berdasarkan kolam dana lokal.
- ASAK Bhinneka — apakah paroki menjalankan ASAK Bhinneka, dan bagaimana.
- Santunan di luar Paroki — apakah paroki mau mendukung anak di luar wilayahnya, bentuknya bagaimana. Relevan ke Friendship — setiap paroki punya kebebasan memilih jadi Paroki Donor atau tidak.
- Pembinaan — gaya, frekuensi, pelatihan yang dilakukan.
- MoU Mitra AS level Paroki — kerja sama dengan sekolah lokal (SD/SMP/SMA). Tiap paroki boleh menandatangani MoU sendiri sesuai kesempatan lokal.
Kenapa dua ranah ini penting
- Seragam hal-hal strategis — biar ASAK terlihat satu gerakan kohesif di mata umat & mitra eksternal.
- Fleksibel hal-hal operasional — tiap paroki punya konteks sosial-ekonomi, jumlah umat, & tingkat kematangan yang berbeda.
- Menghindari dua ekstrem:
- Sentralisme berlebihan (KAJ mengatur semuanya) → paroki kehilangan dinamika, jadi “cabang eksekusi” saja.
- Atomisme berlebihan (tiap paroki bebas berbeda) → tidak ada standar; MoU & koordinasi jadi mahal.
Pertanyaan tes (“ini ranah mana?“)
Kalau ragu, tanyakan:
- Apakah perlu seragam supaya tidak bingung umat lintas paroki? (contoh: nama program, skema Friendship, donasi channel) → Konsensus KAJ.
- Apakah butuh konteks lokal yang tiap paroki beda? (contoh: jumlah anak, budget tahunan, sekolah mitra) → Kearifan Lokal.
Hubungan ke prinsip lain
- Prinsip #5 tidak membatalkan [[Prinsip 1 - Basis Paroki|#1 (Basis Paroki)]]: paroki tetap pusat operasional. Prinsip #5 menjelaskan batas otonomi paroki — hal-hal seperti Donor Tarif & Perlindungan Data memang diserahkan ke konsensus KAJ untuk efisiensi bersama.
Lihat juga
- Prinsip Operasional
- Struktur Organisasi ASAK — tiga level (Paroki / Dekenat / KAJ)
- Tim ASAK KAJ — yang memfasilitasi konsensus
- Tim ASAK Paroki — yang menjalankan kearifan lokal