Survey Rumah
Kunjungan langsung ke rumah calon Anak ASAK (atau Anak ASAK aktif yang dievaluasi ulang) untuk verifikasi, klarifikasi, dan perjumpaan. Survey adalah operasionalisasi inti dari P-002 KYC — Kenali Penerima Bantuan.
Prinsip 100% Survey
Tidak ada satu pun Anak ASAK yang diterima atau disantuni tanpa survey rumah lebih dulu — tanpa kecuali.
Tegas dirumuskan di Induksi April 2026 (Modul Administrasi):
“Tidak ada Anak ASAK yang ‘numpang masuk’. Semua disurvey di rumah oleh min. 2 pengurus. Evaluasi tiap semester.”
Tiga implikasi praktis:
- Tidak ada survey by phone / by chat / by foto saja. Harus kunjungan fisik ke rumah.
- Tidak ada survey by proxy. Pengurus ASAK Paroki sendiri yang melakukan, bukan Ketua Lingkungan saja.
- Tidak ada exception. Termasuk anak dari keluarga pengurus, anak dari kerabat Romo, anak yang sudah kita “kenal lama” — semuanya tetap disurvey.
Mengapa survey ini begitu penting
1. Validasi Kriteria — bukan untuk dipertanyakan, tapi untuk dipastikan
ASAK adalah dana umat yang dititipkan untuk anak KLMTD (Kecil, Lemah, Miskin, Tersingkir, Difabel). Penyantun dan Donatur perlu yakin bahwa dana mereka benar-benar sampai ke yang berhak.
- Form B1/B2 + surat Ketua Lingkungan = klaim.
- Survey rumah = konfirmasi.
Tanpa konfirmasi langsung, kita berisiko menyantuni keluarga yang sebetulnya tidak masuk kategori KLMTD, atau gagal menyantuni keluarga yang justru paling membutuhkan tapi tidak vokal mengajukan.
2. Survey adalah peristiwa katekese, bukan pemeriksaan
Salah satu dari empat ASAK Values adalah Katekese yang Hidup: iman tumbuh lewat peristiwa & perjumpaan, bukan kelas. Survey adalah peristiwa katekese yang paling padat:
- Pengurus berjumpa wajah ke wajah dengan keluarga yang akan disantuni.
- Pengurus melihat langsung kemiskinan — bukan abstraksi laporan.
- Hati pengurus tergerak (Yesus Model Kepedulian: “melihat → tergerak → bertindak”).
- Keluarga merasa diperhatikan oleh Gereja, bukan diadili.
Dengan kata lain: tanpa survey, ASAK kehilangan jiwanya. Berubah jadi clearing house uang yang dingin.
3. Survey membentuk pengurus
Banyak pengurus ASAK senior bersaksi: survey-lah yang mengubah mereka. Sebelum survey, “kemiskinan” hanya kata. Setelah survey, kemiskinan jadi nama keluarga, jadi wajah anak, jadi luka yang spesifik. Survey membangun:
- Empati — yang tidak terbangun dari membaca form.
- Belarasa konkret — penyantun yang ikut survey kerap meningkatkan komitmen.
- Pengetahuan kontekstual — nominal santunan bisa lebih tepat (mis. anak butuh transport ekstra karena rumah jauh).
4. Mencegah penyalahgunaan dana — due diligence
ASAK adalah dana umat yang dipercayakan paroki. Survey adalah due diligence yang mencegah:
- False positive — keluarga mampu yang berpura-pura tidak mampu (misal: punya mobil mewah, AC, fasilitas yang tidak terungkap di form).
- Adverse selection — keluarga yang aktif menonjolkan diri padahal lebih sejahtera dari tetangga sebelahnya yang lebih membutuhkan tapi pendiam.
- Tekanan sosial / nepotisme — keluarga pengurus, kerabat Kaling, dll, yang masuk tanpa proses sama.
5. Bahan baku Rapat Seleksi
Rapat Seleksi mengambil keputusan berdasarkan tiga sumber:
- Hasil survey — narasi pengurus yang bertemu langsung
- Kriteria Anak ASAK — KLMTD + administratif
- Tabel Penghasilan dan Biaya Hidup — referensi standar
Tanpa survey, satu kaki dari tripod keputusan hilang — Rapat Seleksi cuma membandingkan angka.
6. Mendukung Friendship antar-paroki
Di Friendship, Paroki Donor menyalurkan dana umatnya ke Anak ASAK Paroki Penerima. Kepercayaan antar-paroki bertumpu pada integritas data Penerima — yang dijaga dengan 100% survey. Bahkan menurut draft Buku Panduan baru:
“Paroki Donor berhak mengadakan survey dan/atau wawancara secara acak kepada peserta ASAK… Paroki Penerima berkewajiban membuka akses seluas-luasnya untuk survey/wawancara secara acak.”
Tanpa kultur 100% survey di Paroki Penerima, Paroki Donor tidak akan bisa percaya. Friendship rontok.
Panduan teknis (Lampiran 20 Pedoman 2018)
A. Persiapan
- Hubungi pemohon — langsung atau lewat Ketua Lingkungan — sepakati waktu kunjungan. Hindari mendadak (kecuali memang sengaja, untuk validasi tertentu).
- Hubungi Ketua Lingkungan / SSL untuk mendampingi saat kunjungan.
- Siapkan berkas pengajuan — cek kelengkapan; minta dokumen yang masih kurang dibawa saat kunjungan.
- Pelajari isi Form B1 & B2 — tentukan pertanyaan klarifikasi yang akan diajukan.
B. Pelaksanaan
- Tim survey: 2–3 pengurus, salah satunya dari Bidang Anak ASAK. Sebaiknya didampingi SSL atau Ketua Lingkungan.
- Perkenalan & tujuan — pengurus memperkenalkan diri, jelaskan tujuan kunjungan secara terbuka.
- Kenali semua anggota keluarga yang hadir.
- Buka & tutup dengan doa — survey adalah peristiwa rohani, bukan inspeksi.
- Pembagian peran — satu bertanya, lainnya mencatat.
- Sikap dasar — pengurus datang sebagai sahabat / saudara, bukan atasan yang mengunjungi bawahan.
- Mendengar lebih banyak dari berbicara — suasana mengobrol santai, memancing keluarga bercerita.
- Wawancara empatik — hindari pertanyaan menghakimi atau menggurui.
- Berpikir kritis — bandingkan klaim penghasilan vs pengeluaran sehari-hari, fasilitas yang terlihat, kondisi rumah. Cek konsistensi.
- Foto/video kondisi rumah — seizin keluarga. Ambil yang relevan: bagian rumah, lingkungan sekitar, kondisi kamar anak.
- Tawarkan info program gereja lain yang relevan — mis. bedah rumah, sembako murah, BKSY, pemeriksaan kesehatan gratis.
- JANGAN menjanjikan keputusan — pengurus tidak boleh bilang “Anda pasti diterima”; itu wewenang Rapat Seleksi.
C. Catatan Survey / Wawancara
Setelah survey, pengurus menandatangani Form B1 & B2 dan mengisi Catatan Survey/Wawancara dengan informasi:
Data Anak
- Sekolah, kelas, prestasi, aktivitas
- Cita-cita, minat, hambatan belajar
- Aktivitas di gereja & lingkungan
Data Keluarga
- Jumlah anggota keluarga, hubungan masing-masing
- Kondisi rumah (luas, bahan, MCK, ventilasi) & lingkungan tempat tinggal
- Pekerjaan orang tua + jenis pekerjaan + sifat (tetap/lepas)
- Sumber & jumlah pendapatan keluarga (cek konsistensi: bandingkan dengan klaim form)
- Pengeluaran rutin (sewa, listrik, sekolah anak lain, biaya transportasi, biaya makan, biaya kesehatan)
- Fasilitas yang dimiliki (AC, TV, kulkas, mesin cuci, motor, mobil — semuanya yang relevan untuk asesmen)
- Aktivitas keluarga di lingkungan & paroki
Pengurus juga menulis narasi singkat tentang Anak ASAK untuk Profil Anak ASAK (Form C) — ini yang akan dibaca Penyantun.
D. Hal yang perlu diperhatikan untuk Rapat Seleksi
| Aspek | Catatan |
|---|---|
| Penghasilan | Bandingkan dengan Tabel Penghasilan & Biaya Hidup (disusun Tim ASAK KAJ tiap awal tahun). Pertimbangkan jumlah tanggungan keluarga. |
| Fasilitas mewah | Tidak boleh ada AC, mobil pribadi, TV >21”, kulkas (kategori sesuai kebijakan paroki). |
| Mobil pengecualian | Mobil boleh bila itu sumber penghasilan (mis. taksi online, antar-jemput, angkutan kota). |
| Aktivitas gereja | Keluarga yang tidak aktif di gereja TETAP DAPAT DIBANTU. Justru dengan bantuan, diharapkan menggugah keterlibatan. |
| Prestasi belajar | Bukan kriteria. ASAK bukan beasiswa prestasi. Anak dengan nilai pas-pasan tetap berhak bila keluarganya KLMTD. |
| Status keagamaan | Untuk Ayo Sekolah/Ayo Kuliah reguler: anak & ortu umat paroki ybs (lihat Kartu Keluarga Paroki). Untuk ASAK Bhinneka: pengecualian — tidak harus Katolik. |
Re-survey & evaluasi berkala
Survey bukan event satu kali di awal — tapi siklus.
- Setiap semester — pengurus mengumpulkan rapor/transkrip + meng-update kondisi keluarga (perubahan pekerjaan ortu, anggota keluarga sakit, dsb.).
- Re-survey kunjungan ulang — dilakukan bila ada indikasi perubahan signifikan: kenaikan ekonomi keluarga, perceraian, kematian anggota keluarga, pindah rumah, dsb.
- Hasil “tidak lagi membutuhkan” — termasuk salah satu syarat penghentian bantuan (per draft Buku Panduan baru, bagian A4 — Penghentian Bantuan: “Sudah tidak memerlukan bantuan ASAK lagi berdasarkan hasil survey ulang.“)
Pengurus tidak menghukum keluarga karena membaik — sebaliknya, bersyukur dan mengalihkan kapasitas ke anak baru (“God, give me one more”).
Hak survey acak Friendship
Untuk Anak ASAK yang dibiayai lewat skema Friendship:
- Paroki Donor berhak mengadakan survey/wawancara acak kepada Anak ASAK Paroki Penerima.
- Paroki Penerima wajib membuka akses seluas-luasnya — data + kontak + jadwal kunjungan.
- Tujuannya bukan curiga, tapi akuntabilitas dan menjaga relasi dua paroki.
Detail di Hak & Kewajiban Paroki di Friendship (kalau bagian ini belum ada di node, bisa dirujuk ke draft Buku Panduan baru).
Do / Don’t ringkas
| ✓ Do | ✗ Don’t |
|---|---|
| Datang sebagai sahabat/saudara | Datang sebagai pemeriksa/atasan |
| Mendengar > berbicara | Memonopoli percakapan |
| Empati saat tanya kondisi sulit | Menghakimi atau menggurui |
| Foto/video seizin keluarga | Foto diam-diam, sembarangan |
| Bandingkan penghasilan vs pengeluaran | Telan begitu saja angka di form |
| Tawarkan info program gereja lain | Menjadi kanal tunggal “ASAK only” |
| Janji proses Rapat Seleksi adil | Janjikan diterima/ditolak |
| Tutup dengan doa | Tutup buru-buru, transaksional |
| Catat detail kondisi rumah & fasilitas | Cuma catat jawaban verbal |
| Cek konsistensi cerita | Asal percaya |
Output yang harus dihasilkan
Setelah survey, paket yang dibawa ke Rapat Seleksi:
- Form B1 & B2 — sudah ditandatangani Bidang Anak ASAK
- Catatan Survey/Wawancara — informasi data anak & keluarga (lihat C di atas)
- Narasi Profil Anak ASAK — yang akan dibaca Penyantun di Form C
- Foto/video kondisi rumah (terorganisir, terberi label)
- Dokumen pendukung yang baru terkumpul (rapor terbaru, surat sekolah, dll.)
- Rekomendasi hasil survey — terima/tolak/perlu informasi tambahan
Berkas lengkap diarsip Sekretaris.
Posisi survey di seluruh proses
Pengajuan Bantuan
↓
★ Survey Rumah ★ ← node ini
↓
Rapat Seleksi
↓
Form E1/E2 (Surat Konfirmasi)
↓
Santunan aktif → Evaluasi semesteran (incl. re-survey bila perlu)
↓
Penghentian bantuan (a.l. via "tidak lagi memerlukan" = hasil re-survey)
Sumber referensi
- Lampiran 20 Buku Pedoman ASAK 2018 — Panduan Survey (dokumen primer historis).
- A2.1 Kerangka Buku Panduan baru — versi 2026 (yang sedang ditulis).
- Modul Administrasi Induksi April 2026 — slide #5–6 menegaskan prinsip 100% survey & evaluasi berkala.
- Prinsip 2 - Kenali Penerima Bantuan — landasan filosofis.
Lihat juga
- Prinsip 2 - Kenali Penerima Bantuan — KYC adalah induk filosofis survey
- Pengajuan Bantuan — sebelum survey
- Rapat Seleksi — setelah survey
- Tim ASAK Paroki — Bidang Anak ASAK yang bertanggung jawab
- Modul Puzzle Cinta Kasih — “melihat → tergerak → bertindak” Yesus
- Katekese yang Hidup — survey sebagai peristiwa katekese
- Apa itu Friendship — hak survey acak antar-paroki