Seno Hardijanto

Pak Seno adalah arsitek Sistem Administrasi ASAK V1 (2009) dan www.ayosekolah.org — pencipta tulang punggung digital pertama Gerakan ASAK. Tulisannya di DIA Hadir 2014 “Terlibat Sesuai Kemampuan yang Aku Miliki” menjadi salah satu narasi spiritualitas IT-pelayanan paling padat di buku itu.

Peran historis: arsitek Sistem V1 ASAK

Per testimoni beliau di DIA Hadir 2014:

“Pada saat kesibukan usahaku sangat berkurang pada tahun 2009, Pak Yanto dan Bu Wiwik penggagas Ayo Sekolah di Sathora menghampiriku, menanyakan apakah bisa membuatkan program untuk membantu administrasi Ayo Sekolah.”

Awalnya program disket/CD (mudah dicopy ke paroki lain), lalu evolusi ke web online karena kebutuhan akses jarak jauh + multi-paroki. Dari karya Pak Seno lahir:

  • Program Administrasi ASAK V1 (2009) — Web 1.0, Internet Explorer, Oracle Express + Java, hosted di TALIAN.
  • www.ayosekolah.org — portal berita & info ASAK yang masih hidup sampai sekarang.
  • Dukungan teknis: Trikomsel (donasi server), BINUS (dedikasi tim programmer untuk rewrite jadi user-friendly portal — sebagai tugas akhir mahasiswa).

V1 ini adalah pendahulu langsung Sistem V3 yang sekarang dipakai (PostgreSQL 15.14, multi-tenant, BCA API, mobile app AiYO).

Empat fase pelayanan: Menemukan → Merasakan → Mengalami → Memimpikan

Tulisan Pak Seno di DIA Hadir dirangkai dalam empat fase rohani — yang menjelaskan bagaimana seorang IT yang awalnya “hanya membuat program” akhirnya menjadi pengurus penuh:

Menemukan

Pak Yanto & Bu Wiwik datang minta tolong. Pak Seno menyanggupi karena bidang kerjanya memang sama. “Sebagai pengisi waktu luangku, kegiatan merancang program komputer untuk keperluan Ayo Sekolah ini memang sangat mengasyikkan.”

Merasakan

Tim ASAK Sathora mengajak ikut rapat & survey. Awalnya enggan karena merasa “hanya pembuat program, bukan aktivis”. Setelah ikut survey rumah ke calon Anak ASAK pertama, beliau tergerak: “Kegiatan survei benar-benar menyentuhku.”

Mengalami

“Menjadi terlibat di kegiatan ini sungguh mengubahku — tidak hanya membuatku berpikir satu langkah, tetapi dua-tiga langkah ke depan.” Program tidak boleh sekedar disket; harus on-web, multi-paroki, data terpusat tapi pengelolaan mandiri. Semua karena pengalaman survey yang membuka mata.

Memimpikan

Pesan beliau untuk pengurus IT ASAK paroki: “Ternyata orang seperti saya yang hanya bisa mengutak-atik komputer ternyata bisa ikut bekerja sosial. Terlibat, sesuai dengan kemampuan yang aku miliki.

Pesan ini yang membuat Bidang IT dimasukkan secara formal ke struktur Tim ASAK Paroki — sealur dengan dorongan beliau di DIA Hadir: “Dimasukkannya orang IT di dalam struktur pengurus ASAK paroki merupakan ide yang baik untuk mendukung manajemen administrasi ASAK yang berbasis data dan mengedepankan transparansi.”

Kontribusi konseptual

1. Data & transparansi sebagai prinsip. Pak Seno menekankan dua hal yang masih relevan di V3: berbasis data dan transparansi. Konsisten dengan P-003 dan tata kelola Rekening ASAK Paroki.

2. “Distribusi tapi terpusat”. Konsep awal Pak Seno — “data terpusat tapi dengan pengelolaan mandiri di paroki-paroki” — adalah benih arsitektur multi-tenant Sistem V3 yang dikembangkan 2025.

3. Kemitraan akademik–industri. Trikomsel (industri) + BINUS (akademik) sebagai sponsor V1 menjadi template untuk kemitraan ASAK dengan PT mitra & AiYO di V3.

4. “Terlibat sesuai kemampuan”. Frase ini menjadi prinsip rekrutmen pengurus ASAK — pengurus tidak harus jadi “aktivis penuh waktu”; cukup berkontribusi dengan talenta yang ada. Sealur dengan metafora tubuh Bu Wiwik (admin = darah, IT = saraf, dst.).

Kutipan kunci dari DIA Hadir 2014

“Ternyata orang seperti saya yang hanya bisa mengutak-atik komputer ternyata bisa ikut bekerja sosial. Terlibat, sesuai dengan kemampuan yang aku miliki.

“Untuk teman-teman IT di kepengurusan ASAK paroki, ayo kita dukung sepenuh hati gerakan ini, sesuai dengan kemampuan yang kita miliki.”

Di Buku Pedoman ASAK 2018 (kumpulan kutipan satu-baris): “ASAK adalah berkat” — ditulis Pak Seno.

Lihat juga