Apa itu ASAK
ASAK (Ayo Sekolah Ayo Kuliah) adalah gerakan orang tua asuh di Keuskupan Agung Jakarta yang mempertemukan pemberi bantuan pendidikan (Penyantun/Donatur) dengan penerima bantuan pendidikan (Anak ASAK) dengan komitmen tertentu.
Intuisi 30 detik
Ada umat yang berkecukupan, ada umat yang kesulitan biaya sekolah. ASAK adalah sistem yang mempertemukan keduanya dengan aturan main yang jelas, transparan, dan berkelanjutan — di bawah koordinasi Tim ASAK Paroki dan Tim ASAK KAJ.
Kenapa “Ayo Sekolah” + “Ayo Kuliah”?
- Ayo Sekolah lahir duluan (2007) — target minimal lulus setara kelas 12.
- Ayo Kuliah menyusul (2009) — setelah anak Ayo Sekolah ingin lanjut ke perguruan tinggi.
- Sejak 2013 digabung dengan nama panggilan ASAK.
Kemudian lahir turunan: Ayo Seminari, Ayo Vokasi, ASAK Bhinneka (non-Katolik), ASAK Nusantara (luar KAJ).
Skala
Tahun 2025: ASAK berusia 18 tahun, jalan di semua paroki KAJ, melibatkan ~750 pengurus, bekerja sama dengan 20+ perguruan tinggi di Jabodetabek, sudah diadopsi Keuskupan Padang, Keuskupan Lampung, beberapa paroki Depok & Pontianak. Keuskupan Bandung mengembangkan gerakan paralel Pelikan (Komunitas Peduli Pendidikan). Lihat peta lengkap di ASAK Lintas Keuskupan.
Bukan sekadar bantuan uang
ASAK punya empat dimensi sekaligus:
- Santunan finansial — uang sekolah, transport, buku, dsb. (lihat Sumber Dana ASAK).
- Pembinaan — iman, akademik, karakter, sosial-ekonomi, karier.
- Pendampingan pastoral — bagian dari karya Diakonia paroki.
- Komunitas — keluarga besar ASAK: Anak, Orang Tua, Penyantun, Donatur, Pengurus, Relawan, Alumni (Paguyuban Alumni ASAK).
Baca lanjut
- Sejarah ASAK — bagaimana lahir dan menyebar
- Yanto Wibisono · Wiwik Kriswianti — Pak Yanto & Bu Wiwik, pasangan founder
- Visi dan Misi ASAK + ASAK Values — rohnya
- Tiga Fase ASAK · Filosofi Pohon Palma — frame pertumbuhan
- Struktur Organisasi ASAK — bagaimana dikelola
- Apa itu Friendship — bagaimana antar-paroki saling bantu
- Legacy Documents — dokumen historis (DIA Hadir 2014, Pedoman 2018, dst.)